
Helojakarta.com, Bandung – Program Kurban di Pelosok Negeri yang diinisiasi Insan Bumi Mandiri (IBM) memasuki usia satu dekade pada tahun 2026. Selama sepuluh tahun terakhir, program ini konsisten menghadirkan hewan kurban ke berbagai daerah terpencil di Indonesia sebagai upaya mewujudkan pemerataan distribusi daging kurban hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Pada pelaksanaan Iduladha 1447 H/2026 M, IBM kembali memperluas jangkauan distribusinya dengan menambah empat provinsi baru sebagai lokasi penyaluran.
Dengan perluasan tersebut, program Kurban di Pelosok Negeri kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, serta sejumlah daerah lainnya yang memiliki keterbatasan akses terhadap distribusi hewan kurban.
Tahun ini, penyaluran kurban juga diarahkan ke sejumlah wilayah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana, di antaranya Aceh Tamiang dan beberapa daerah di Sumatra Barat yang terdampak banjir bandang pada akhir tahun 2025.
Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang sedang berupaya bangkit dari berbagai tantangan pascabencana.
Ketua Yayasan Insan Bumi Mandiri, Zulfa Faizah, menyampaikan bahwa keberhasilan program selama satu dekade tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem kolaborasi kemanusiaan yang terus dibangun dari tahun ke tahun.
“Perjalanan sepuluh tahun ini tidak mungkin kami lakukan sendiri. Dukungan para peternak, relawan
Salah satu daerah yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah Desa Pota. Bagi masyarakat setempat, kehadiran kurban menjadi momen yang sangat berarti karena sebelumnya wilayah mereka jarang tersentuh distribusi kurban.
“Warga di sini hampir tidak pernah menerima kurban sebelumnya karena lokasi desa yang cukup jauh dan sulit dijangkau. Program ini menjadi yang pertama benar-benar hadir dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ungkap Sumardi Jeki, tokoh masyarakat Desa Pota.
Selain memperluas jangkauan distribusi, sejak tahun 2024 IBM juga menghadirkan inovasi transparansi melalui fitur Pantau Kurban yang tersedia di situs resmi program. Melalui fitur tersebut, para pekurban dapat memantau proses penyaluran kurban secara langsung, mulai dari pengiriman hewan hingga distribusi daging kepada penerima manfaat.
Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Distribusi daging kurban dilakukan tanpa menggunakan kantong plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, masyarakat memanfaatkan daun pisang, besek bambu, maupun anyaman pelepah pinang yang lebih ramah lingkungan dan selaras dengan kearifan lokal setempat.
Memasuki dekade kedua pelaksanaannya, Kurban di Pelosok Negeri diharapkan terus menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para pekurban dengan masyarakat di wilayah terpencil. Melalui program ini, semangat berbagi dan nilai-nilai kemanusiaan diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat hingga ke pelosok negeri.(Koresponden NTB 01)


Tidak ada komentar