
MAKASSAR — Wisuda ke-22 Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah (ITKESMU) Sidrap di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (9/5/2026), bukan sekadar seremoni akademik.
Di balik toga dan prosesi pemindahan tali samir, ada pesan keras sekaligus emosional dari Rektor ITKESMU Sidrap, Dr. Muhammad Tahir, SKM., M.Kes.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti hanya pada gelar akademik.
“Jangan jadi alumni yang hanya pandai upload sertifikat, tetapi minim kontribusi di masyarakat,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta wisuda.
Sebanyak 444 lulusan jenjang Sarjana Terapan dan Profesi resmi dikukuhkan dalam rapat senat terbuka tersebut. Dengan tambahan itu, total alumni ITKESMU Sidrap kini mencapai 8.030 orang.
Menurut Muhammad Tahir, tantangan dunia kesehatan hari ini tidak lagi cukup dijawab dengan indeks prestasi kumulatif atau transkrip nilai semata.
Dunia kerja, kata dia, membutuhkan tenaga kesehatan yang adaptif, humanis, kompeten dan memiliki “ruh pengabdian”.
“Tenaga kesehatan itu bukan sekadar profesi. Ini tentang empati, adab pelayanan dan keberpihakan kepada kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena bonus demografi dan persaingan global tenaga kesehatan yang makin ketat.
Karena itu, ITKESMU Sidrap mulai memperkuat “hilirisasi akademik” melalui peningkatan kualitas laboratorium, pengembangan program studi strategis hingga akselerasi sumber daya dosen.
Saat ini kampus tersebut telah memiliki tiga fakultas dan 10 program studi. Salah satu prodi baru yang menjadi perhatian ialah Keperawatan Anestesiologi.
“Ini prodi langka dan kebutuhan rumah
Tak hanya itu, ITKESMU Sidrap juga sedang menyiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi. Infrastruktur laboratorium mulai dibangun sebagai bagian dari roadmap pengembangan institusi menuju kampus kesehatan unggul di Indonesia Timur.
Muhammad Tahir menyebut, transformasi kampus tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik.
Yang lebih penting adalah transformasi kultur akademik.
Ia ingin kampus yang dipimpinnya melahirkan lulusan dengan mental “problem solver”, bukan sekadar pencari kerja.
“Alumni ITKESMU harus hadir memberi solusi di tengah masyarakat. Bukan menjadi beban sosial baru,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua wisudawan yang disebutnya sebagai “investor utama pendidikan”.
Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa tidak pernah lahir dari perjuangan individu semata.
“Ada air mata orang tua, ada doa yang tidak pernah putus di sepertiga malam,” ucapnya.
Di hadapan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, PWM Sulsel, organisasi profesi kesehatan serta tamu undangan lainnya, Muhammad Tahir optimistis ITKESMU Sidrap akan terus tumbuh menjadi kampus kesehatan yang diperhitungkan.
Apalagi, saat ini seluruh program studi telah terakreditasi LAM-PTKes dengan capaian baik, baik sekali hingga unggul. Sedangkan institusi telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT.
“Target kami sederhana tapi berat: mayoritas prodi unggul dan 60 persen dosen bergelar doktor,” katanya.
Wisuda pun selesai.
Namun bagi para lulusan ITKESMU Sidrap, hari itu bukan akhir perjalanan akademik.
Melainkan awal dari “koas kehidupan” yang sesungguhnya. (*)


Tidak ada komentar