Kepemimpinan Berbasis Data, Syaharuddin Alrif Dipilih PERSAKMI Jadi Role Model

Redaksi Helo Jakarta
18 Apr 2026 04:50
News 0 22
3 menit membaca

Sidrap, helojakarta.com — Di tengah tuntutan era evidence-based policy dan transformasi layanan kesehatan, nama H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D (Hon) mencuat sebagai figur kepala daerah dengan pendekatan yang tak lagi konvensional. Ia bukan hanya administrator, tetapi tampil sebagai arsitek kebijakan kesehatan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Pengakuan itu datang dari Pimpinan Pusat Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI), yang menganugerahkan penghargaan Kepala Daerah Peduli Kesehatan Masyarakat kepada Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (17/4/2026).

Penyerahan penghargaan berlangsung di Auditorium ITKES Muhammadiyah Sidrap oleh Ketua PERSAKMI Sulawesi Selatan, DR. Wahiduddin, SKM., M.Kes, mewakili pusat, disaksikan langsung oleh Dekan FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Sukri Palutturi, SKM., Ph.D—menguatkan legitimasi akademik atas capaian tersebut.

Ketua Umum PERSAKMI Pusat, Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed, menegaskan bahwa Syaharuddin Alrif dinilai berhasil mengintegrasikan pendekatan preventive-promotive care dengan tata kelola pemerintahan yang progresif.

“Beliau menunjukkan strong leadership dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan melalui kebijakan yang adaptif,” ujarnya.

Dalam lanskap kesehatan modern, daerah dituntut mampu keluar dari jebakan kuratif semata menuju paradigma health sustainability. Di sinilah Syaharuddin memainkan peran sebagai policy integrator, menghubungkan sektor kesehatan dengan pendidikan, lingkungan, hingga investasi.

Tak heran, Sidrap

mulai dilihat sebagai embrio smart health region, di mana indikator seperti health index, sanitasi, hingga literasi kesehatan masyarakat menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah.

Menariknya, pada hari yang sama, Syaharuddin Alrif juga tampil sebagai keynote speaker dalam Seminar Kesehatan bertema “Kabupaten/Kota Sehat: Kawasan Bersih, Investasi Aman” yang digelar ITKES Muhammadiyah Sidrap.

Dalam forum ilmiah tersebut, ia menegaskan bahwa kesehatan bukan lagi cost center, melainkan high-return investment dalam pembangunan daerah.

“Kita tidak bisa bicara pertumbuhan tanpa bicara kualitas manusia. Healthy people create strong economy,” tegasnya di hadapan akademisi dan praktisi kesehatan.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun resilient public health system yang mampu menghadapi ancaman triple burden of disease, sekaligus mendorong inovasi berbasis kampus melalui kolaborasi government–academic–community linkage.

Pendekatan ini menempatkan Syaharuddin bukan hanya sebagai kepala daerah administratif, tetapi sebagai transformational leader yang mampu menjembatani dunia birokrasi dan dunia akademik—dua kutub yang kerap berjalan sendiri-sendiri.

Penghargaan dari PERSAKMI ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia adalah penegasan bahwa arah pembangunan Sidrap mulai memasuki fase baru: berbasis ilmu, berbasis data, dan berorientasi pada masa depan.

Di titik ini, Syaharuddin Alrif tidak sekadar memimpin daerah—ia sedang membangun narasi besar tentang bagaimana kesehatan bisa menjadi fondasi utama kemajuan sebuah wilayah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x