
KENDARI, Helojakarta – Sebanyak 42 pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Abeli Dalam, Kota Kendari, dipulangkan ke daerah asalnya setelah proses mediasi yang melibatkan Forum Pemuda Adat Tolaki Indonesia (FORDATI), pihak pelaksana proyek, dan aparat kepolisian mencapai kesepakatan.
Persoalan tersebut berawal dari dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga setempat yang terjadi pada Rabu (8/7/2026). Korban diduga menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah pekerja proyek, sehingga memicu perhatian berbagai pihak, termasuk FORDATI.
Menindaklanjuti informasi itu, FORDATI mendatangi lokasi untuk mencari penyelesaian secara damai melalui mediasi. Namun, situasi di lapangan justru sempat memanas.
Pihak FORDATI mengaku rombongan mereka yang berjumlah sekitar 15 orang diduga mendapat serangan dari beberapa pekerja proyek hingga memicu bentrokan.
Aparat Direktorat Samapta Polda Sulawesi Tenggara kemudian turun tangan untuk mengendalikan keadaan. Mediasi yang dipimpin oleh Dantim 1 Patroli Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra akhirnya berhasil meredakan ketegangan dan mengembalikan
Dalam pertemuan tersebut, FORDATI meminta agar pekerja yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan terhadap warga maupun penyerangan terhadap anggotanya dipulangkan ke daerah asal. Permintaan itu disampaikan sebagai bentuk penyelesaian awal sekaligus respons atas peristiwa yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
FORDATI juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai adat Tolaki dengan mengutip falsafah, “Inae Kona Sara Iee Pinesara, Inae Lia Sara Iee Pinekasara,” yang bermakna bahwa siapa pun yang menghormati adat akan memperoleh penghormatan, sedangkan mereka yang melanggarnya harus menerima konsekuensi sesuai aturan adat.
Hasil mediasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemulangan para pekerja. Pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 20.00 Wita, sebanyak 42 orang diberangkatkan menggunakan bus menuju daerah asal masing-masing.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun kepolisian terkait proses hukum atas dugaan pengeroyokan dan bentrokan yang terjadi di lokasi proyek. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait.


Tidak ada komentar