
Kendari,Helojakarta.Com– Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN) kembali mendesak Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk memeriksa dan menelusuri oknum yang diduga sebagai fasilitator tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait keberangkatan siswa asal Konawe ke Papua.
Beberapa hari sebelumnya, sempat viral kasus seorang siswi asal Kecamatan Besulutu, Konawe, yang dilaporkan hilang. Namun, setelah dilakukan pencarian, siswi tersebut ditemukan bersama dua rekannya di Pelabuhan Baubau saat hendak berangkat ke Papua.
Ketua GMN, Irjal Ridwan, menyebut bahwa informasi yang beredar mengungkapkan siswi tersebut sebenarnya berencana berangkat ke Papua, namun berhasil dicegah oleh pihak keluarga di Baubau.
Hal ini, menurutnya, menimbulkan perhatian publik karena keberangkatan para siswi tanpa sepengetahuan orang tua diduga melibatkan pihak lain sebagai fasilitator.
“Keberangkatan siswi ini harus
Ia menambahkan, pihak kepolisian harus segera mengusut kasus tersebut untuk mengungkap siapa fasilitator dan aktor utama di balik keberangkatan siswi serta dua rekannya ke Papua tanpa izin keluarga.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang beredar, oknum tersebut diduga telah lama menjalankan praktik serupa dan bukan kali pertama memberangkatkan korban dari Sulawesi Tenggara ke Papua.
“Kasus ini diduga sudah berlangsung lama, karena keberangkatan ini bukan yang pertama. Ada indikasi sebelumnya juga telah banyak korban yang diberangkatkan tanpa sepengetahuan keluarga,” tegasnya.
GMN meminta Polda Sultra segera menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai fasilitator dalam kasus tersebut.


Tidak ada komentar