Sidrap Perkuat Garda Desa Siaga, Tangkal Penularan Tuberkulosis dari Hulu

Redaksi Helo Jakarta
9 Okt 2025 03:30
News 0 47
2 menit membaca

Sidrap, helojakarta.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tak ingin berdiam diri menghadapi peningkatan kasus tuberkulosis (TB) yang mulai menunjukkan tren mengkhawatirkan. Melalui Dinas Kesehatan, Pemkab Sidrap memperkuat langkah antisipatif dengan membentuk 14 Desa Siaga Tuberkulosis, yang diproyeksikan menjadi benteng pertama dalam deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian penularan di tingkat komunitas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr. Ishak Kenre, menyebut pembentukan desa siaga ini merupakan strategi lapangan yang berbasis bukti (evidence-based public health intervention). “Kami menemukan peningkatan temuan kasus TB. Tapi justru itu menjadi indikator positif bahwa sistem surveilans aktif kita bekerja. Melalui 14 Desa Siaga ini, diharapkan penularan bisa ditekan dan tidak berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat di masa depan,” ujarnya di Sidrap, Kamis (9/10/2025).

Data Dinas Kesehatan Sidrap menunjukkan, hingga hari ini terdapat 5.944 orang yang telah diperiksa sebagai suspek TB (83%), 532 kasus telah ternotifikasi (36%), dan 496 pasien masih menjalani pengobatan aktif. Angka itu menggambarkan dua sisi: tantangan yang nyata sekaligus kesiapan daerah dalam menghadapinya.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan kesehatan daerah, Pemkab Sidrap kini menyiapkan Surat Keputusan Tim Penanggulangan Bencana Tuberkulosis serta rancangan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum rencana aksi daerah penanggulangan TB. Kedua instrumen ini menjadi pondasi dalam memperkuat tata kelola kesehatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Langkah Sidrap tersebut selaras dengan program “Quick Win” Presiden RI, yakni percepatan hasil nyata di sektor strategis nasional, termasuk eliminasi penyakit menular berisiko tinggi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini turut memantau dan memberikan asistensi terhadap pelaksanaan Desa Siaga TB di Sidrap sebagai salah satu daerah rujukan.

Tak berhenti di situ, Dr. Ishak Kenre juga telah melakukan rapat koordinasi virtual dengan Wakil Gubernur Sulsel, Hj. Fatmawati Rusdi, guna memperkuat sinkronisasi lintas sektor dan dukungan provinsi terhadap strategi eliminasi TB di kabupaten prioritas.

“Ibu Wakil Gubernur menekankan pentingnya kesiapsiagaan di level desa. Program ini harus hidup dan berdenyut di masyarakat, bukan hanya di atas kertas,” tutur Ishak.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menilai gerakan ini sebagai wujud tanggung jawab moral pemerintah terhadap kesehatan masyarakat. “Kita tidak boleh menunggu masalah datang. Kita harus bergerak lebih dulu, memastikan masyarakat terlindungi dari penyakit menular yang bisa melemahkan produktivitas bangsa,” tegasnya.

Dengan sistem siaga berbasis komunitas, dukungan regulasi, dan semangat kolaborasi lintas sektor, Sidrap menegaskan diri sebagai daerah yang tak hanya reaktif terhadap ancaman kesehatan, tetapi proaktif membangun daya tahan masyarakat dari hulu — di mana kesehatan bukan sekadar layanan, tetapi fondasi peradaban daerah yang berkemajuan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x