Rektor UNMUH Barru Hadiri Forum Rektor PTMA

Redaksi Helo Jakarta
18 Okt 2025 08:03
3 menit membaca

Malang, 16 – 19 Oktober 2025 — Rektor Universitas Muhammadiyah Barru menghadiri kegiatan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 16–19 Oktober 2025. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan merumuskan langkah-langkah nyata dalam memperkuat peran PTMA dalam kemajuan pendidikan nasional.

Forum ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, seluruh Rektor PTMA dari Sabang hingga Merauke, serta menghadirkan berbagai narasumber tingkat nasional, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Menteri Keuangan, dan sejumlah menteri lainnya yang turut memberikan pandangan strategis terkait arah kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antar-PTMA dalam menghadapi tantangan global pendidikan tinggi.

“Perguruan tinggi Muhammadiyah harus menjadi pelopor kemajuan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkarakter dan berkontribusi nyata bagi kemaslahatan umat serta pembangunan bangsa,” ujar Prof. Haedar Nashir.

ementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Barru, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa keikutsertaan Universitas Muhammadiyah Barru dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah.

“Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi bagi kami untuk terus berinovasi. Melalui diskusi-diskusi strategis yang dihadirkan, kami memperoleh banyak perspektif baru untuk mempercepat transformasi pendidikan di Universitas Muhammadiyah Barru,” ujarnya.

Forum Rektor PTMA tahun 2025 ini mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Muhammadiyah Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan fokus pada peningkatan mutu akademik, tata kelola kampus yang unggul, serta penguatan riset dan inovasi. Para menteri yang hadir turut menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta, termasuk jaringan Muhammadiyah, dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan daya saing bangsa.

Menteri Pendidikan Tinggi dalam pemaparannya menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi unggul berkarakter Islam moderat.

“PTMA memiliki ekosistem pendidikan yang kuat. Pemerintah akan terus mendukung pengembangan SDM, riset, dan inovasi agar perguruan tinggi Muhammadiyah mampu bersaing di tingkat global,” tutur Menteri Pendidikan Tinggi.

Selain sesi pleno dan diskusi kebijakan, forum ini juga menjadi ajang pertukaran gagasan antar-rektor mengenai pengembangan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), digitalisasi kampus, dan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat visi bersama PTMA dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan berjiwa sosial tinggi.

Di akhir kegiatan, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Fauzan, M.Pd., selaku tuan rumah menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi titik tolak baru bagi kolaborasi lintas PTMA.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Melalui forum ini, kita perkuat silaturahmi, berbagi strategi, dan saling menguatkan untuk membawa perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi kekuatan besar pendidikan nasional,” ungkapnya.

Kehadiran Rektor Universitas Muhammadiyah Barru dalam Forum Rektor PTMA 2025 ini menegaskan komitmen universitas untuk terus aktif dalam jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah, serta berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita besar Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan dan peradaban bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x