Ponpes Al-Ikhlas Buton Inisiasi Literasi Santri dari BaubauBaubau, helojakarta.com – Pesantren Al-Ikhlas Buton kian menegaskan kiprahnya sebagai pusat pengembangan ilmu di Sulawesi Tenggara. Dalam waktu dekat, pesantren yang berlokasi di Baubau ini akan menggelar kegiatan literasi santri yang mengangkat tiga tema utama: membaca, menulis, dan melek digital.
Acara tersebut rencananya dihelat secara online melalui platform zoom dan menghadirkan sejumlah tokoh penting. Mereka antara lain, K.H. Nandar Trijaya, M.A. (Pimpinan Ponpes Al-Ikhlas Buton), Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. (Ketua Yayasan Ponpes Al-Ikhlas), Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos., M.M. (tokoh literasi nasional, CEO Penerbit Yapensi), serta Ismail Suardi Wekke (akademisi dan CEO Al Asri Publisher).
Kehadiran para tokoh nasional ini diharapkan memperkaya gagasan dan praktik literasi di kalangan santri. Pesantren Al-Ikhlas ingin membuka ruang yang lebih luas agar santri tak hanya menguasai kitab, tetapi juga piawai menulis, kritis membaca, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk berdakwah maupun berkarya.
Ismail Suardi Wekke menilai langkah Ponpes Al-Ikhlas Buton sebagai lompatan penting. “Literasi santri bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Membaca, menulis, dan melek digital harus menjadi tradisi baru di pesantren agar dapat bersaing dalam peradaban global. Apa yang dilakukan Ponpes Al-Ikhlas adalah awal yang visioner dan patut menjadi teladan bagi pesantren lain di Sultra,” ujarnya.
Dengan tekad ini, Baubau berpeluang menjadi episentrum gerakan literasi santri di Sulawesi Tenggara. Ponpes Al-Ikhlas Buton pun kian menguatkan posisinya sebagai pesantren percontohan yang memadukan nilai agama, tradisi keilmuan, dan kecakapan digital dalam satu tarikan napas. (*)
Editor: Harianto


Tidak ada komentar