LTMI PB HMI dan SEAAM Dorong Kolaborasi Penta Helix melalui International Seminar on Higher Education

Redaksi Helo Jakarta
11 Jan 2026 07:52
3 menit membaca

Andoolo — Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersama South East Asia Academic Mobility (SEAAM) mendorong penguatan kolaborasi Penta Helix melalui penyelenggaraan International Seminar on Higher Education yang dilaksanakan secara hybrid pada 9–10 Januari 2026 di Andoolo dan melalui platform Zoom.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks di era global, yang menuntut sinergi lintas sektor dalam pengembangan kebijakan, riset, dan inovasi akademik. Pendekatan Penta Helix dinilai relevan karena mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam satu ekosistem kolaboratif.

Dalam kegiatan ini, LTMI PB HMI mengambil peran strategis sebagai representasi unsur community, khususnya dalam memperkuat literasi teknologi, inovasi, dan kapasitas intelektual mahasiswa. Melalui keterlibatan aktif dalam forum ilmiah internasional, LTMI PB HMI mendorong peran mahasiswa Islam agar adaptif terhadap perkembangan sains, teknologi, dan tantangan pendidikan tinggi berbasis riset.

Sementara itu, SEAAM berperan sebagai unsur academia yang memperkuat jejaring akademik dan mobilitas ilmiah di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran SEAAM membuka ruang pertukaran gagasan, kolaborasi riset, serta penguatan kapasitas akademik lintas institusi dan negara.

Dalam salah satu sesi seminar, Dr. Maria Tamarina Prawati dari Bina Nusantara University menekankan pentingnya peran industri dalam mengimplementasikan hasil riset perguruan tinggi. Menurutnya, hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk dan prototipe yang siap diuji sebelum diluncurkan ke pasar.

“Produk yang dihasilkan dari riset itu pada akhirnya bisa diimplementasikan menjadi dasar pembuatan produk, tentu dalam bentuk prototipe. Industri pada dasarnya tidak ingin mengambil risiko besar dalam penganggaran. Jika berhasil mereka akan mendapatkan keuntungan, tetapi jika tidak, produk bisa ditarik sepenuhnya. Oleh karena itu, sebelum peluncuran biasanya dilakukan tahap piloting dengan subjek tertentu, terutama untuk produk medis yang sangat berhati-hati dalam distribusi kepada konsumen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan keuntungan bagi industri karena dapat menghemat anggaran uji coba. Industri dapat melibatkan universitas sebagai bagian dari sumber daya manusia, sekaligus memanfaatkan fasilitas laboratorium dan sumber daya teknis yang dimiliki kampus.

“Sementara itu, bagi pemerintah, kolaborasi ini menjadi sarana untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Pemerintah dapat mengadopsi hasil produksi dan riset yang dihasilkan oleh universitas untuk kepentingan publik secara lebih luas,” tambahnya.International Seminar on Higher Education menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan tinggi dan memetakan peran masing-masing unsur Penta Helix secara konkret. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara LTMI PB HMI dan SEAAM diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.

TMI 01

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x