Bangun Kerjasama dengan BINUS University, Memenuhi Undangan Diskusi Terpumpun Penerbitan Buku

Redaksi Helo Jakarta
16 Jan 2026 09:28
2 menit membaca

Helowjakarta.com, Bombana – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi dan publikasi ilmiah di tingkat nasional, sebuah langkah teknis diambil melalui inisiasi kerjasama dengan BINUS University. Langkah awal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam undangan Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) mengenai strategi penerbitan buku yang berlangsung daring, Kamis (15/1/2026).

Pertemuan ini akan dijadikan sebagai wadah bagi para akademisi dan praktisi penerbitan untuk memetakan tantangan serta peluang dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas, inovatif, dan memiliki daya jangkau luas. Fokus utama diskusi mencakup integrasi teknologi digital dalam distribusi buku serta standarisasi mutu konten akademik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, akademisi dan yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang turut dalam memberikan pandangannya mengenai teknis persiapan dalam penerbitan buku. Ismail menyampaikan terima kasih atas kesediaan FDCHT Bina Nusantara University (Indonesia) yang menjadi tuan rumah diskusi.

“Kerjasama dengan BINUS University ini merupakan langkah awal dalam mempertautkan potensi akademik dengan keahlian manajerial penerbitan yang modern. Kita tidak hanya bicara soal mencetak kertas, tetapi bagaimana gagasan-gagasan segar dari ruang kelas dan laboratorium dapat dikonversi menjadi literatur yang aksesibel dan diakui secara global,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi.

Beliau juga menambahkan bahwa melalui diskusi terpumpun ini, diharapkan lahir skema penerbitan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam mendukung program hilirisasi riset di Indonesia. Pada kesempatan yang sama Ismail memberikan uraian bahwa dengan penerbitan buku ini, bukan sekadar mendokumentasikan pemikiran, melainkan jembatan peradaban.

“Kita punya kesempatan untuk membawa catatan kita, tidak saja dari penelitian, tetapi juga dharma perguruan tinggi dari aspek pembelajaran dan pengabdian masyarakat,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Diskusi ini juga menyoroti peran penting penerbit universitas (university press) dalam menaikkan indeks literasi nasional. BINUS University, dengan reputasi globalnya, dinilai sebagai mitra strategis yang tepat untuk mengembangkan model penerbitan buku yang mampu bersaing di kancah internasional.

Rintisan kerjasama ini direncanakan akan berlanjut pada kegiatan teknis yang mencakup kolaborasi penulisan, penyuntingan bersama, hingga distribusi karya ilmiah populer bagi masyarakat luas. Begitu pula, direncanakan satu kegiatan bersama ASEAN Symposium on Higher Education. Sebuah perhelatan perguruan tinggi Asia Tenggara yang akan dilaksanakan Maret sampai awal April 2026 di Jakarta dengan metode hybrid.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x