Geger, ITKES Muhammadiyah Sidrap Buat Inovasi Digital Untuk Pantau Kehamilan, Namanya; MyPregnancyCare

Redaksi Helo Jakarta
13 Nov 2025 09:16
Headline News 0 16
2 menit membaca

Sidrap, helojakarta.com – Inovasi teknologi kesehatan kembali hadir dari daerah. Tim akademisi dan mahasiswa Institut Teknologi Kesehatan Muhammadiyah Sidrap (ITKES Muhammadiyah Sidrap) meluncurkan MyPregnancyCare, aplikasi digital yang dirancang untuk meningkatkan monitoring kehamilan dan edukasi Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil secara efektif dan berbasis e-health.

Program ini diimplementasikan di Posyandu Bonsai 1, Desa Carawali, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat berbasis penelitian terapan. Aplikasi ini memungkinkan ibu hamil melakukan self-monitoring janin, mencatat indikator biometrik kehamilan, memantau jadwal pemeriksaan obstetri rutin, serta mengakses informasi terkait nutrisi maternal, gejala bahaya kehamilan, dan persiapan persalinan dalam satu platform digital yang interaktif.

Ketua tim pengabdian dan penelitian, Bd. Hj. Fitriani, S.ST., M.Kes, menjelaskan, aplikasi ini bukan sekadar pengenalan teknologi digital, melainkan juga mendorong kesadaran akan pentingnya skrining kehamilan rutin dan edukasi kesehatan maternal. “MyPregnancyCare meningkatkan otonomi ibu hamil dalam pemantauan kesehatan, sekaligus mempercepat proses dokumentasi kesehatan bagi kader posyandu dan bidan melalui digitalisasi data, ” ujar Fitriani.

Dukungan pengembangan aplikasi ini melibatkan tim multidisiplin: Dr. Ishak, SKM., M.Kes bertanggung jawab pada aspek informasi dan sistem kesehatan masyarakat digital, sementara Bd. Nasrayanti, S.STM, M.Keb mengelola edukasi berbasis teknologi bagi kader posyandu. Pendekatan ini mencerminkan intervensi berbasis bukti (evidence-based intervention) yang mengintegrasikan teknologi informasi kesehatan, epidemiologi maternal, dan pendidikan masyarakat.

Selain peluncuran aplikasi, tim peneliti menggelar pelatihan literasi digital dan edukasi kesehatan ibu hamil, menekankan pada kompetensi kader posyandu dalam mengumpulkan data biometrik, menilai risiko kehamilan, dan memberikan intervensi preventif berbasis bukti. Evaluasi awal menunjukkan peningkatan partisipasi aktif ibu hamil dan peningkatan pemahaman mereka terkait skrining antenatal, gizi maternal, serta tanda bahaya kehamilan.

Mitra pengabdian dari sektor kesehatan masyarakat menyambut positif inovasi ini. Mereka berharap MyPregnancyCare dapat diperluas ke posyandu lain di Kabupaten Sidenreng Rappang untuk memperkuat ekosistem digital kesehatan maternal. “Program ini mempercepat transformasi layanan kesehatan ibu berbasis digital dan meningkatkan aksesibilitas informasi kesehatan di tingkat komunitas, ” ujar pihak mitra.

Program pengabdian ini juga menghasilkan sejumlah luaran ilmiah, antara lain poster edukatif berbasis evidensi, karya audio visual kesehatan, serta artikel ilmiah yang dipublikasikan, sebagai bentuk diseminasi pengetahuan berbasis riset kepada masyarakat luas.

Dengan kehadiran MyPregnancyCare, masyarakat Desa Carawali kini memiliki alat praktis untuk pemantauan kehamilan, sekaligus memperkuat sistem kesehatan komunitas berbasis partisipasi aktif masyarakat. Inovasi ini menandai langkah strategis Sidrap dalam menghadirkan teknologi kesehatan tepat guna, sekaligus memperkuat peran akademisi sebagai motor pembangunan daerah dan agen perubahan dalam kesehatan maternal dan neonatal.

(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x