
Helojakarta.com, Jakarta – Badan Penyelenggara Sertifikasi Halal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (BPSH MN KAHMI) menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan konsolidasi internal organisasi di KAHMI Center, Ahad (1/3/2026).
Kegiatan bertema “Peranan dan Proyeksi BPSH MN KAHMI” tersebut bertujuan memperkuat struktur organisasi sekaligus memantapkan peran lembaga dalam mendukung pengembangan industri halal nasional.
Agenda ini dihadiri Dewan Pembina BPSH MN KAHMI, Yunda Dra. Anita Ariyani, yang juga menjabat sebagai Koordinator Presidium Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional dan Ketua Umum Wanita Tani Indonesia HKTI. Kehadirannya dinilai memperkuat sinergi antara sektor ketahanan pangan dan sertifikasi halal.
Dalam sambutannya, Anita menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional.
“Penguatan sertifikasi halal tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara sektor pangan, pelaku usaha, dan para pendamping halal agar target percepatan sertifikasi dapat tercapai secara menyeluruh,” ujar Anita.
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap target penguatan sumber daya pendamping halal yang dicanangkan BPSH MN KAHMI.
“Kami mendorong agar target 5.000 hingga 10.000 pendamping halal yang tersebar di berbagai daerah benar-benar dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan tata kelola yang profesional. Dengan begitu, kontribusinya akan terasa bagi masyarakat dan pengembangan industri halal nasional,” katanya.
Ketua BPSH MN KAHMI, Rudi Sahabuddin, menegaskan pentingnya pengelolaan organisasi secara profesional dan berbasis sistem digital. Saat ini, BPSH KAHMI telah memiliki sekitar 3.000 pendamping halal di berbagai daerah.
“Kami menargetkan jumlah pendamping halal mencapai 5.000 hingga 10.000 orang pada 2026. Dengan jumlah tersebut, sistem pendataan dan manajemen harus dirapikan secara modern dan dinamis agar memberikan dampak nyata bagi keluarga besar KAHMI,” ujar Rudi.
Menurut dia, penguatan kapasitas pendamping halal merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan sertifikasi halal nasional, terutama pada sektor makanan, minuman, farmasi, dan obat-obatan.
Rudi menambahkan, setelah terbentuknya Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) BPSH KAHMI, pihaknya akan memperluas kolaborasi dengan kementerian terkait serta membangun koneksi dengan jaringan alumni KAHMI di luar negeri guna membantu sertifikasi produk halal internasional.
“Langkah ini diharapkan mampu memperluas daya saing produk halal Indonesia di pasar global,” katanya.
Konsolidasi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus wilayah, antara lain Ketua dan Sekretaris BPSH Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat, serta pengurus pusat dan para pendamping halal.
Kegiatan juga diisi ceramah Ramadan oleh Guru Besar UIN Jakarta, Mu’min Roup, yang memaparkan potensi besar industri produk halal di masa depan. Acara ditutup dengan sesi diskusi strategis yang dipandu Sekretaris BPSH MN KAHMI, Burhanudin M. Zain, untuk merumuskan langkah penguatan organisasi ke depan.


Tidak ada komentar